PENJUAL IKAN ITU AKU
Ada seorang penjual ikan yang menulis disebuah papan nama ‘DISINI JUAL IKAN SEGAR’. Keesokan harinya ada seorang pembeli yang berhenti dan berkata pda penjual tersebut ‘kenapa papan nama itu kau beri tulisan DISINI? Bukankah semua orang sudah tau kalau kamu jual ikan DISINI bukan DISANA’. Si penjual merasa perkataan pembeli tersebut ada benarnya, kemudian dia mengganti tulisan dipapan nama tersebut menjadi ‘JUAL IKAN SEGAR’.
Keesokan harinya ada seorang pembeli lagi yang berhenti pada penjual ikan tersebut kmudian brkata ‘knapa pada papan nama itu kau beri tulisan JUAL? Padhal semua orang tau klo kmu dsini berjualan’ penjual ikan merasa bhwa perkataan si pembeli ada benarnya, kmudian ia mengganti tulisan pada papan nama itu menjadi ‘IKAN SEGAR’. Keesokan harinya ada seorang pembeli yg menanyakan tentang papan nama tersebut ‘knapa engkau beri kata SEGAR? Pdhal smua orang juga tau bhwa ikan yg kau jual itu adalah masih SEGAR’. Si penjual mrasa perkataan pembeli ada benarnya, akhirnya ia mengganti tulisan pada papan nama itu tinggal IKAN saja.
Keesokan harinya ada seorang pembeli lagi yg menanyakan soal papan nama itu dan berkata ‘knapa kmu tulis IKAN? Kan smua orang sudah tau klo kmu jual ikan.’. Skali lagi penjual mrasa perkataan pembeli itu bnar akhirnya dia mencopot papan nama itu.
Kisah penjual ikan itu hampir sama seperti aq saat ini. Terkadang aku terlalu banyak mengikuti pndapat orang tentang diriku yang akhirnya semuanya tdk ada yang memberi manfaat untuku dan terkadang malah menyiksaku.akhirnya aku sadar bahwa aku tidak dapat menuruti SEMUA PERKATAAN orang.
Terkadang aku berpikir jika SATU orang berpendapat bhwa Aku BAIK maka aku akan mempertahankan pendapat itu. Dan jika ada orang lain menganggap aku TIDAK BAIK. maaf jika aku tidak akan mendengarkan anda. Silahkan komentar anda
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- April 2009 (2)
- Maret 2009 (2)
- November 2008 (1)
- Juli 2008 (3)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (9)
- Agustus 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS